Media Pembelajaran

1.    Pengertian Media Pembelajaran

Secara harfiah media berarti “perantara” atau “pengantar” . Menurut Daryanto (2010:157) mengungkapkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.

Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education  Association (NEA) menyatakan bahwa media adalah segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunaan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar (Sadiman, 2009: 6-7). Secara khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Azhar Arsyad, 2010: 3). Baca pos ini lebih lanjut

Model Konstruktivis dalam Mengajar

Prinsip yang paling umum dan paling esensial yang dapat diturunkan dari konstruktivisme ialah bahwa anak – anak memperoleh banyak pengetahuan di luar sekolah dan pendidikan seharusnya memperhatikan hal itu dan menunjang proses alamiah ini. Untuk dapat melaksanakan proses belajar mengajar semacam ini disarankan beberapa prinsip mengajarkan sains di sekolah dasar (Kamii,1979). Untuk tingkat sekolah yang lebih tinggi, akan diberikan pula suatu strategi mengajar yang akan dibahas dibagian lain. Model konstruktivisme yang dikemukan oleh piaget ini memberi arahan kepada guru untuk membangkitkan kemampuan berpikir anak dalam belajar, adapun prinsip – prinsip yang perlu diperhatikan menurut piaget adalah hal – hal berikut: Baca pos ini lebih lanjut